Sebuah potret lama, terselit dikotak itu
Ku tatap lama,
terpancar cerita silam
Cerita lalu
menjadi nostalgia
Satu pengorbanan,
berbaris kekecewaan
Beribu sesal,
terasa sejuta
kehampaan!
Ternyata benar
Akhir sebuah
cerita dan harapan
Tidak mungkin akan
terjadi lagi
Janji-janji
tinggal janji yang tak pasti
Cita-cita dan harapan semakin menjauh
Harapan semakin hilang mendatar
Angan-angan seperti cerita Mat Jenin
Meninggalkan parut luka-luka, kecewa
Dan cerita sentiasa berolahkan kenangan
Terkadang jiwanya punya riak mengusik jiwa
Terkadang pula jiwanya sepi membisu
Hanya menitip rindu pada angin lalu
Membiarkan detik-detik silam terus membujuk
Mengoda jiwanya agar terus bernafas
Jangan bunuh cerita itu
Biarkan ia seperti air laut
Biarkan ia seperti pantai
Setia menanti dalam kepasrahan
Biarkan ia seperti bebatuan pantai
Tenang dan sesekali merindui
Walau...
Hanya tinggal bisik-bisik rindu
Hanya ada sisa-sisa derita dan kecewa
Meneruskan cerita agar ada kerlipan bahagia
Melakunkan pentas drama
Sebuah potret lama
Satu kenangan indah
menoleh kembali kezaman lalu
Terasa bahagianya waktu-waktu itu
Seperti sayang itu membakar kembali
Namun memandang ke depan
Ahh! Terlalu jauh aku tinggalkan kisah silam
Luka lama masih dalam ingatan
Walau bicaraku sepi
Bagai lautan tenang
Aku menyimpan duka lama, kecewa
Aku merindui kisah lalu
Dalam diam dan dari jauh
Kutitip rindu pada keletahmu
Walau kau sudah lama menutup cerita itu
Aku masih begini
Merindui dan menyayangimu
Walau ini semua tidak mungkin bersatu
Hingga keakhir detik nadiku.
Sabtu, 09 Jun 2012 – KL Sentral